Pemodelan Litologi dan Estimasi Sumberdaya Au Epithermal Daerah Loloda, Halmahera Barat Dengan Pendekatan Metoda Estimasi Inverse Distance Weight

Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate, Indonesia.

  • Wawan AK Conoras Dosen Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  • Julhija Rasai Dosen Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  • Albert Djin Prodi Teknik Pertambangan UMMU
Keywords: Pemodelan.Emas Epithermal, Estimasi Sumberdaya, metoda IDW

Abstract

Pemodelan sumberdaya dan perhitungan cadangan merupakan suatu rangkaian eksplorasi dalam bidang pertambangan. Pada penelitian ini, pemodelan sumberdaya dan perhitungan cadangan emas (Au), bertujuan untuk mengidentifikasi, menentukan suatu gambaran geologi dan mendeliniasi secara rinci mengenai ukuran, bentuk, sebaran, kualitas dan kuantitas badan bijih dalam bentuk 3D yang didapatkan dari data-data percontohan dalam kegiatan eksplorasi. Data-data yang diperlukan dari data eksplorasi untuk melanjutkan dalam pengimputan dan pengolahan adalah data koordinat titik bor (collar),data litologi, kadar (essay/geology), data arah lubang bor, dip dan azimuth (survey). Dalam pengolahan dan analiasa sumberdaya dan cadangan Au menggunakan metode estimasi IDW (Inverse Dintance Weight) dengan ukuran block model yaitu 2x2x1 meter kemudian dilakukan perhitungan berdasarkan nilai Cut of Grade (CoG). Hasil Pengolahan data dan pemodelan litologi menunjukan sebaran batuan limestone (LIM), calcareous siltstone (CST), calcareous sandstone (CSD), yang kecenderungan batuannya mengarah ke permukaan berupa suatu singkapan, selain itu terdapat berbagai jenis batuan yang tersingkap yaitu: fold breccia (FBX), dan hydrothermal breccia (HBX) yang terkandung pada batuan limestone dan silstone. Hasil Pengolahan data, estimasi sumberdaya dan perhitungan Cadangan Au menampilkan nilai CoG yang paling rendah ≥  0,1 g/t, memiliki tonase 123.546 ton dengan kadar rata-rata 1,6 g/t, sedangkan CoG tertinggi ≥2,00 g/t memiliki tonase 24.381 ton dengan kadar rata-rata Au 4,88 g/t. Hasil perhitungn Total tonase 269.969 Ton dengan kadar Rata-rata Au 2.8 g/t.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almasi, A., Jalalia, A., Toomanian, N., 2014, Journal of Environment and Earth Science, Using OK and IDW Methods For Prediction The Spatial Variability Of A Horizon Depth and OM in Soils of Shahrekord, Iran.
Tama, A. S., Nurkhamim, N., & Rafuddin, R. (2019, September). 113 Perhitungan Sumberdaya Nikel Laterit Dengan Metode Area Of Influence Dan Inverse Distance Weighting Pada Pt Tanjung Putia Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. In Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (pp. 92-97).
Buchanan, L.J., 1981, Precious Metal Deposits Associated with Volcanic Environments in The Southwest, dalam Geological Society Digest.
Corbett, G. J., 2007, Controls to Low Sulphidation Epithermal Au-Ag Mineralisation. PO Box 282 Willoughby NSW Australia,
Cahyo Sedewo., 2018, jurnal: Geologi, Aalterasi dan Mineralisasi Emas Pada Tipe Endapan Epithermal Sulfidasi Rendah.
Conoras, W. A., & Tabaika, M. (2019). PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT SITE PULAU PAKAL PT. ANTAM (PERSERO) TBK UBP NICKEL MALUKU UTARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING. DINTEK, 12(1), 19-28.

Conoras, W. A. (2017). Pemodelan Kadar Nikel Laterit Daerah Pulau Obi Dengan Pendekatan Metoda Estimasi Ordinari Kriging. DINTEK, 10(2), 16-20.

Conoras, W. A. (2017). Klasifikasi Sumberdaya Endapan Nikel Laterit Daerah Pulau Obi, Halmahera Selatan Dengan Pendekatan Relative Kriging Standard Deviation (RKSD). DINTEK, 10(1), 71-79.

Garston H.Blackwhell., 2002, (Queen’s University) and Alastair J.Sinclair, (The University of British Columbia); Mineral Inventori Estimation.
Hedenquist, J.W., Matsuhisa, Y., Izawa, E., White, N.C., Giggenbach, W. F. and Aoki, M., 1994, Geology, geochemistry, and origin of high sulfidation Cu-Au mineralization in the Nansatsu district, Japan: Economic Geology, low sulphidation dan high sulphidation. v. 89, p. 1-30.
Isaaks, E.H. and R.M. Srivastava., 1989, Applied Geostatistics. Oxford University Press, New York.
Lindgren, W., 1933Mineral Deposits, 4th edition. New York: McGraw-Hill.
Muhammad D B., 2015, Buku: Geologi Untuk Pertambangan Umum.
Manto Widodo, Sartapa, P.Widito., 2000, jurnal: Kajian Hasil Pemboran Eksplorasi..
Pirajno, F., 2009, jurnal: Hydrothermal Processes and Mineral Systems. Australia. Springer Science.
Ransome, F.L., 1907, jurnal: The association of alunite with gold in the Goldfield district, Nevada: Economic Geology, v. 2, p. 667-692.
Stone, J.G., & Dunn, P.G., 1994, Ore Reserve Estimation in The World, Society of Economics Geologist.
Simmons S.F., White N.C., John D.A., 2005, Geological Characteristics of Epithermal Precious and Base Metal Deposits, Society of Economic Geologists, Inc. Economic Geology 100th Anniversary, v. pp. 485-522.
Sudana, D. & S. Santosa., 1992, Peta Geology Lembar Cikarang, Jawa. Bandung Pusat Penelitian dan Pengembangan Geology.
Sukandarrumidi., 2007, Geology Mineral Logam. Yokyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sutarto H., 2004, Endapan Mineral. Fakultas Teknologi Mineral. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Bargawa, W. S. (2009). Aplikasi Kriging Non-Linier Pada Penaksiran Kadar Bijih Emas. JIK TEKMIN, 22(2), 101-114.
White, N.C., & Hedenquist, J.W., 1995, Epithermal gold deposits : Styles, characteristic and exploration : SEG Newsletter, No.23, p. 1, 913.
Published
2020-04-25
How to Cite
Conoras, W., Rasai, J., & Djin, A. (2020). Pemodelan Litologi dan Estimasi Sumberdaya Au Epithermal Daerah Loloda, Halmahera Barat Dengan Pendekatan Metoda Estimasi Inverse Distance Weight. DINTEK, 13(1), 28-38. Retrieved from https://jurnal.ummu.ac.id/index.php/dintek/article/view/413