REORIENTASI BIROKRASI DALAM DEMOKRASI MODERN: MEWUJUDKAN KEDAULATAN RAKYAT MELALUI DIGITAL GOVERNANCE DAN AKUNTABILITAS PARTISIPATIF

Main Article Content

MALIK LA DAHIRI, SH.,MH

Abstract

Pergeseran fungsi birokrasi dari pelayan publik menjadi entitas teknokratis dan politis menimbulkan dilema serius dalam praktik demokrasi kontemporer. Birokrasi yang idealnya menjadi perpanjangan tangan rakyat sering kali bekerja lebih setia pada logika internal, efisiensi teknis, atau kepentingan politik elit, sehingga relasi antara warga dan administrasi berubah menjadi subordinatif. Tulisan ini menganalisis hubungan antara birokrasi dan kedaulatan rakyat dengan pendekatan kualitatif konseptual  melalui tinjauan literatur, analisis doktrinal norma konstitusional, dan 
kajian kebijakan digital governance. Hasil analisis menunjukkan bahwa legitimasi birokrasi bergantung pada kemampuan menyediakan akses informasi, layanan publik yang responsif, dan mekanisme akuntabilitas partisipatif. Transformasi digital memberikan peluang untuk reorientasi birokrasi pro-rakyat, namun juga menimbulkan tantangan seperti eksklusi digital dan opasitas algoritmik. Reorientasi birokrasi perlu dilakukan melalui reformasi budaya organisasi, sistem rekrutmen berbasis merit, inklusi digital, dan mekanisme partisipatif yang memperkuat kontrol publik. Studi ini menegaskan bahwa birokrasi yang efektif, akuntabel, dan responsif merupakan prasyarat bagi kedaulatan rakyat yang nyata, bukan sekadar simbol konstitusional.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

REORIENTASI BIROKRASI DALAM DEMOKRASI MODERN: MEWUJUDKAN KEDAULATAN RAKYAT MELALUI DIGITAL GOVERNANCE DAN AKUNTABILITAS PARTISIPATIF. (2026). JUSTISIA - JURNAL ILMU HUKUM, 24(24). https://jurnal.ummu.ac.id/index.php/justisia/article/view/2687