Studi Produktivitas Kinerja Alat Bor Pada Pengeboran Eksplorasi Endapan Emas PT.Tri Usaha Baru di Loloda Utara Kabupaten Halmahera Barat

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

  • Razak Karim Dosen Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  • Roberto Djangu Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Eksplorasi, Pemboran, Cycle Time, Kecepatan, Efisiensi

Abstract

Eksplorasi sumberdaya mineral merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan pendapatan negara. Salah satu tindakan atau langkah yang dapat di lakukan adalah dengan meningkatkan produksi sumberdaya alam yang di miliki oleh bangsa Indonesia kususnya di bidang pertambangan, PT. Tri Usaha Baru sendiri yang berada di Kabupaten Halmahera Barat melakukan eksplorasi dan menemukan singkapan mineral emas yang baru sejak tahun 2015, sampai saat ini dalam tahapan eksplorasi detail yang meliputi pengeboran untuk pengambilan inti (core) untuk mengetahui posisi dan jumlah dari cadangan serta kadar yang di miliki dari tiap-tiap titik bor. Dalam kegiatan pengeboran ini perlunya di lakukan  perhitungan produktivitas kinerja dari alat bor tersebut agar dapat mengetahui dalam satu kali pengambilan inti (core) memakan waktu berapa menit. PT. Tri Usaha Baru memiliki 3 unit Rig Jacro dengan cycle time yang di dapatkan pada masing-masing Rig yaitu Jacro 150 dalam satu kali run length 30 menit dengan kedalaman 1.50 meter, kecepatan pemboran di peroleh 0,5 meter/menit, dengan waktu membor dalam satu shift kerja 08 jam untuk Jacro 150 di peroleh kecepatan pemboran 1,69 meter/jam, dan di peroleh efesiensi kerja alat 15.49%, Jacro 200 dalam satu kali run length 20 menit, dengan kedalaman 80 cm, kecepatan pemboran di peroleh 04 meter/menit, dengan waktu membor dalam satu shift kerja 08 jam untuk Jacro 200 di peroleh kecepatan pemboran  1.72 meter/jam. dan di peroleh efesiensi kerja alat 20.71%. dan Jacro 300 dalam satu kali run length adalah 30 menit dengan kedalaman 1.20 meter, di peroleh kecepatan pemboran 04 meter/menit, dengan waktu membor dalam satu shift 08 jam untuk Jacro 300 di peroleh kecepatan pemboran 2.18 meter/jam, dan di peroleh efesiensi kerja adalah 21,53%. Dari hasil efesiensi kerja alat tersebut belum memenuhi atau mendukung target pemboran secara maksimal, karena waktu kerja yang seharusnya dalm satu shift 8 jam, namun yang didapatkan pada ketiga Rig Jacro adalah : (1) Jacro 150. 07.09’jam dan waktu yang tersedia 51 menit. (2) Jacro 200. 07.25’jam dan waktu yang tersedia 35 menit. (3) Jacro 300. 05.19’jam dan waktu yang tersedia 02.41 menit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashariah Supratman, Bakri Hasbi. 2017. Produktivitas Kinerja Mesin Bor Dalam Pembuatan Lubang Ledak Di Quarri Batu Gamping B6 Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Geomine, Volume. 5, Nomor 2. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia.
[2] Apandi T dan Sudana D. 1980. fisiografi Pulau Halmahera dibagi menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu Mandala Halmahera Timur, Halmahera barat, dan Busur Kepulauan Gunung Api Kuarter. Pusat penelitian dan pengembangan geologi bandung.
[3] Balfas Dahlan Muhammad. 2014. Geologi Untuk Pertambangan Umum. Hak Cipta, penulis. GRAHA ILMU.
[4] Dr. Ir Anggayana Komang, MS. Agus Haris W, ST.MT. 2015. Buku Ajar, Pengeboran Eksplorasi Dan Penampang Lubang Bor.
[5] Ishlah, Teuku. 2008. Kajian Pasar Mineral Dan Evaluasi Strategi Eksplorasi Sumberdaya Daya Mineral Di Indonesia. Perekayasa Madya, Bidang Program dan Kerja Sama Pusat Sumber Daya Geologi.
[6] Katili 1980. Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia, Keberadaan mineral logam. Geotectonic of Indonesia.
[7] N Lukman, R Karim, 2019 . “Analysis of Hydrogeology and Rainwater Prevention Systems at Sepo Village in Central Halmahera Regency, North Maluku”. International Conference on Science and Technology (ICST) 2019. Journal of Physics Conference Series, Page 293. 2020
[8] Oldeman, Ferguson Schmidth. 1951. Klasifikasi Iklim Dan Curah Hujan rata-rata per bulan.
[9] R Karim., GM Simangunsong, B Sulistianto, A Lopulalan. “Stability analysis of paste fill as stope wall using analytical method and numerical modeling in The Kencana underground gold mining with long hole stope method”. International Symposium on Earth Science and Technology, CINEST 2012. Procedia Earth and Planetary Science, Page 474-484, Elsevier 2013.
[10] R Karim., B Sulistianto, GM Simangunsong, A Lopulalan. “Analisis Kestabilan Lubang Bukaan Stope Menggunakan Metode Empirik Dan Pemodelan Numerik Pada Penambangan Emas Bawah Tanah Di Kencana Dengan Metode Long Hole Stope”. TPT-XXI PERHAPI Proceeding 2012, ISBN 978-979-8826-21-4. Hal.134-144.
[11] Rosana, M. F.,1 Sunarie, C. Y.,1 Saala, N. A.,2 Arifullah, S.,1 Hartono2. 2011. Mineralisasi Emas Epitermal Di Daerah Sako Merah Dan Manau, Jambi.
[12] Sabtanto Zamri Ta’in,.J.S dan Sutrisno. 2005. Pemantauan Dan Evaluasi Konservasi Sumber Daya Mineral Di Daerah Gosowong Kabupaten Halmahera Utara - Provinsi Maluku Utara.
[13] Sumardi Eddy. 2009. Tinjauan Emas Epitermal Pada Lingkungan Volkanik. Jurnal Volume 4 Nomor 2. Penyelidik bumi madya kelompok program penelitian bawah permukaan pusat sumberdaya geologi. MAKALA ILMIAH.
Published
2021-03-01
How to Cite
Karim, R., & Djangu, R. (2021). Studi Produktivitas Kinerja Alat Bor Pada Pengeboran Eksplorasi Endapan Emas PT.Tri Usaha Baru di Loloda Utara Kabupaten Halmahera Barat. DINTEK, 14(1), 67 - 71. Retrieved from https://jurnal.ummu.ac.id/index.php/dintek/article/view/704