PENGGUNAAN TINDAK TUTUR ILOKUSI PEGAWAI UPT PENDIDIKAN KECAMATAN TIDORE UTARA DAN TIDORE SELATAN KOTA TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA (Sebuah Tinjauan Pragmatik dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa)

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

  • Iwan Irawan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Tindak Tutur Ilokusi, Pegawai UPT Pendidikan.

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tindak tutur yang merupakan salah satu aspek penting yakni upaya untuk mencapai suatu hasil yang dikehendaki oleh penutur kepada mitra tuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan (1) jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi; (2) tindak tutur apa saja yang paling dominan dalam tuturan pegawai UPT Pendidikan Kecamatan Tidore Utara dan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara; (3) Implikasi tindak tutur terhadap pembelajaran bahasa di sekolah. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif yang bersifat deskripsi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak untuk memperoleh data yang dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Metode ini memiliki teknik dasar yaitu teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data pada penelitian ini yaitu menggunakan model interaktif. Teknik yang digunakan adalah pereduksian, penyajian dan verifikasi. Ketiga teknik ini digunakan untuk mendeskripsikan tuturan pegawai UPT Pendidikan dan menyajikan tindak tutur dan maksud-maksud penutur berdasarkan teori tindak tutur. Penelitian ini mempunyai kesimpulan sebagai berikut: (1) berdasarkan temuan penelitian ini, tindak tutur ilokusi ang ditemukan dalam tuturan pegawai UPT pendidikan yaitu tiga jenis yakni tindak tutur representatid sebanyak 23%, tindak tutur direktif sebanyak 60%, dan tindak tutur ekspresif sebanyak 75%, (2) tindak tutur yang paling dominan yang digunakan oleh pegawai UPT Pendidikan yaitu tindak  tutur direktif yang berfungsi perintah sebanyak  25%, (3) hasil temuan tindak tutur ilokusi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru-guru di sekolah dalam mengajarkan bahasa Indonesia khususnya teori pragmatik  (komunikatif) untuk dapat melihat indikator kompetensi yang menjadi tujuan pengajaran, fungsi yang menjadi sarana pengajaran dan faktor-faktor yang mewatasi kompetensi dan fungsi yang dianjurkan

Published
2019-01-01