PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MASYARAKAT MAJEMUK

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

  • Rahmania Sadek Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Pendidikan, Multikultural dan Masyarakat Majemuk

Abstract

Dalam menghadapi globalisasi dan perubahan yang cepat masyarakat Indonesia menghadapi berbagai macam ujian dan tantanggan di antaranya terjadi konflik dimana-mana, baik konflik antar desa, konflik antara masyarakat dengan aparat pemerintah. Konflik antara buruh dengan pemilik modal yang didukung pemerintah mengenai RUU Tenaga Kerja, konflik petani yang menolak beras import dan kelangkaan pupuk, konflik Lurah desa yang memperjuangkan nasibnya, konflik pro dan kontra Undang-undang Pornografi dan porno aksi. Konflik yang berbau suku, golongan, ras dan agama (SARA) merebak di berbagai daerah dan jika dibiarkan tidak diatasi dengan arif oleh pemerintah maka akan terjadi kekacauan masif. Secara khusus konflik  yang  berbau  SARA berakar pada ketidak mampuan bangsa Indonesia untuk mengatur konflik dalam menejemen konflik dan mengemasnya menuju masyarakat yang lebih progresif. Terlebih-lebih bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, dan berbagai macam agama serta kepercayaan   memiliki tuntutan dan kepentingan yang berbeda-beda. Oleh karena itu jika pemerintah tidak hati-hati dalam mengelola kehidupan berbangsa dalam masyarakat majemuk dengan arif maka sudah dapat diprediksi akan terjadi Balkanisasi, Libanonisasi atau disintegrasi bangsa pasti akan terjadi. Melihat kenyataan di atas sudah saatnya seluruh elemen bangsa harus berpikir ulang untuk segera sungguh-sunguh berpikir dan bertindak mencari akar permasalahannya dan memberikan solusinya.   Salah satu   solusi   untuk mengatasi masalah di atas adalah mensosialisasikan pendidikan multikultural bagi generasi penerus. Oleh karena pendidikan multikultural akan memberikan nuansa positif dalam kehidupan bersama dan menghasilkan peserta didik yang demokratis, berpartisipasi aktif    menjunjung tinggi nilai-nilai    keadilan, nilai eqalitarian, menghargai harkat kemanusiaan, nilai kebersamaan, menghormati kemjemukan bangsa untuk kesatuan bangsa, menghormati nilai-nilai religius

Published
2019-01-01