An Analysis of Gold Ore Mining Impact on Water Pollution in Poboya, Central Sulawesi

  • Gina Audina P. Alhabsyi Universitas Pejuang Republik Indonesia
  • Nilam Sry Putri Politeknik Amamapare
  • Kifayatul Khair Masyhuda Zulkifli Universitas Hasanuddin
  • Suherwin Suherwin Universitas Pejuang Republik Indonesia
Keywords: Gold, community mining, waste, river, maximum levels of Mercury

Abstract

The aim of this study is to find out how much heavy metal mercury  is in wastewater from gold processing in mining activities.Field observation methods for direct observation and sampling have been used at mining and processing sites. In the laboratory, the  Hg content of liquid waste from mining was tested. The field survey is divided into three stages: pre-survey, main survey, and laboratory analysis. Water samples were collected at five predetermined points based on the condition of the waste and the potential for contamination. The results revealed that two of the five samples taken had extremely high mercury content, namely 5.0828 pp Hg at location 02 and 6.3060 pp Hg at location 03. Furthermore, three samples with low Hg content were found between other locations: 01 contains 0.5499 ppm, 03 (B) contains 0.0182 ppm, and 04 contains 0.0015 ppm. This is based on Ministerial Decree No. 202 of 2004 concerning the quality standards of wastewater for businesses and mining activities involving gold or copper ore, with a maximum level limit for mercury (Hg) of 0.005 mg/l ppm and regulatory water quality standards. According to Government Order No. 82 of 2001, the maximum level of Hg is 0.0001 mg/l ppm.

Author Biographies

Gina Audina P. Alhabsyi, Universitas Pejuang Republik Indonesia

Jurusan Teknik Pertambangan. Universitas Pejuang Republik Indonesia, Makassar, Indonesia

Nilam Sry Putri, Politeknik Amamapare

Jurusan Teknik Pertambangan. Politeknik Amamapare, Timika, Indonesia

Kifayatul Khair Masyhuda Zulkifli, Universitas Hasanuddin

Jurusan Teknik Geologi. Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

Suherwin Suherwin, Universitas Pejuang Republik Indonesia

Jurusan Teknik Informatika. Universitas Pejuang Republik Indonesia, Makassar, Indonesia

References

A. N. Majalis, S. Lusiani, and Y. Novitasari. 2019. Proses untuk Menurunkan Konsentrasi Sianida Bebas dalam Air Limbah Pertambangan Emas Skala Kecil. J. Teknol. Lingkung., vol. 20, no. 1, p. 73, doi: 10.29122/jtl.v20i1.3214.

A. Sarempa. 2004. Optimasi Recovery Emas Dan Perak Dengan Sianidasi Pada Deposit Bijih Emas Kadar Rendah Di Pt . Nusa Halmahera Minerals Daerah Gosowong,” pp. 1–8.

D. M. Putra, A. Sungkowo, and E. Muryani. 2019. Arahan Teknis Pengolahan Limbah Hasil Proses Amalgamasi untuk Menurunkan Kadar Merkuri di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar , Wilayah Kecamatan Gumelar , Kabupaten Banyumas terdapat indikasi adanya cadangan bahan galian dan pemisah bijih emas dari material. Lingkunagn Kebumian, vol. 2, no. 1, pp. 13–23.

E. S. Siregar, R. Adawiyah, and P. Nia. 2021. Dampak aktivitas pertambangan emas terhadap kondisi ekonomi dan lingkungan masyarakat muara soma kecamatan batang natal. J. Educ. Dev., vol. 9, no. 2, pp. 556–561.

E. Sumarjono. 2020. Kompleksitas Permasalahan Merkuri Dalam Pengolahan Bijih Emas Berdasarkan Perspektif Teknis Lingkungan Manusia Dan Masa Depan. Kurvatek, vol. 5, no. 1, pp. 113–122, doi: 10.33579/krvtk.v5i1.1833.

G. Adjie. 2021. Pencemaran Lingkungan Akibat Operasional Pertambangan Emas Skala Kecil ( Pesk). vol. 10, no. 1, pp. 7–11.

G. E. Putri. 2021. Gejala Kesehatan Yang Diderita Penambang Emas Akibat Proses Penambangan Emas Menggunakan Merkuri (Hg), J. Kesehat. Med. Saintika, vol. 8, no. 1, pp. 69–78.

H. Hasmizal and B. G. Bhernama. 2021. Analisis Kadar Logam Hg Pada Sampel Perna Viridis L Dengan Menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer. Amina, vol. 1, no. 3, pp. 120–125, doi: 10.22373/amina.v1i3.487.

L. Ni, M. A. Anshari, H. A. Saputra, and A. Rahmadi. 2019. Utilization of Parupuk Plants (Phragmites Karka ) To Reduce Mercury Levels In Waters Former Of Diamond And Golden Mining. vol. 5012.

L. Ni’mah, M. A. Anshari, and H. A. Saputra. 2019. Pengaruh variasi massa dan lama kontak fitoremediasi tumbuhan parupuk (Phragmites karka) terhadap derajat keasaman (pH) dan penurunan kadar merkuri pada perairan bekas penambangan intan dan emas kabupaten Banjar,” Konversi, vol. 8, no. 1, pp. 55–62, [Online]. Available: https://doi.org/10.24853/konversi.8.1.8.

M. Wanna, S. Yanto, and K. Kadirman. 2018. Analisis Kualitas Air Dan Cemaran Logam Berat Merkuri (Hg) Dan Timbal (Pb) Pada Ikan Di Kanal Daerah Hertasning Kota Makassar. J. Pendidik. Teknol. Pertan., vol. 3, p. 197, doi: 10.26858/jptp.v3i0.5719.

Mirdat, Y. S. Patádungan, and Isrun. 2013. Status Logam Berat Merkuri (Hg) Dalam Tanah Pada Kawasan Pengolahan Tambang Emas Di Kelurahan Poboya, Kota Palu. e-j Agrotekbis, vol. 1, no. 2, pp. 127–134.

N. Hidayanti. 2016. Mekanisme Fisiologis Tumbuhan Hiperakumulator Logam Berat = Heavy Metal Hyperaccumulator Plant Physiology Mechanism. J. Teknol. Lingkung., vol. 14, no. 2, p. 75, doi: 10.29122/jtl.v14i2.1424.

R. C. Kusuma, W. Budianta, and Arifudin. 2017. Kajian Kandungan Logam Berat di Lokasi Penambangan Emas Tradisional di Desa Sangon, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo,” Pros. Semin. Nas. XII Rekayasa Teknol. Ind. dan Informasi", pp. 322–327.

R. Hidayanti, A. Wawo, S. Widodo, N. Jafar, and F. N. Yusuf. 2017. Kondisi Tanah Pada Pertambangan Rakyat Poboya Palu , Provinsi Sulawesi Tengah, Vol. 5, no. 3, pp. 116–119.

S. Amri, H. Erlangga, B. Sakti, and R. F. Erlangga, “Mineral Zeolit Sebagai Absorben Hg Pada Tanah Tercemar Merkuri Hasil Proses Amalgamasi Emas,” pp. 357–362.

S. R. N Endah and S. I. Surantaatmadja. 2019. The Determination of Heavy Metals Level : Lead in Cosmetic Soap Preparation by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). J. Phys. Conf. Ser., vol. 1179, no. 1, , doi: 10.1088/1742-6596/1179/1/012178.

S. Rahma and S. Tenggara. 2010. Studi Dampak Penambangan Emas Di Bombana Sulawesi Tenggara Impact of Gold Mining on Farmers ’ Livelihood in Bombana.

Y. S. Samar, A. Mariwy, and J. B. Manuhutu. 2019. Fitoremediasi Merkuri (Hg) Menggunakan Tanaman Kacang Kalopo (Calopogonium mucunoides). Sci. Map J., vol. 1, no. 2, pp. 93–98, doi: 10.30598/jmsvol1issue2pp93-98.

Y. Suci and H. Sulistyaning. 2021. Kajian Fitoremediasi untuk Menurunkan Menggunakan Tumbuhan Mangrov ( Studi Kasus: Pencemaran Merkuri di Teluk Jakarta). vol. 10, no. 1
Published
2021-11-18
How to Cite
P. Alhabsyi, G., Sry Putri, N., Zulkifli, K., & Suherwin, S. (2021). An Analysis of Gold Ore Mining Impact on Water Pollution in Poboya, Central Sulawesi. JURNAL AGRIKAN (Agribisnis Perikanan), 14(2), 585-591. https://doi.org/10.52046/agrikan.v14i2.881