Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pasien TB MDR Di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Kota Ternate Tahun 2019

  • Eri Marwati
  • Suryani Mansur Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  • Ruwaida Albaar Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Keywords: Monitoring, Efek Samping OAT, TB-MDR

Abstract

Berdasarkan WHO global report 2012, Indonesia berada diperingkat 7 dari 27 negara dengan beban TB Multi Drug Resistance (TB MDR) atau TB resistan Obat anti tuberkulosis (OAT) terbanyak di dunia. Lama pengobatan pasien TB MDR dengan pengobatan standar adalah 19 - 24 bulan, dapat menimbulkan perasaan bosan, kecemasan, depresi, terisolasi, penolakan, perasaan tidak berguna karena kemungkinan kehilangan pekerjaan, tidak dapat lagi aktif secara sosial bahkan kehilangan harapan untuk bisa sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) pasien TB MDR di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Jenis penelitian ini adalah gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan wawancara kepada 5 pasien dan 3 informan kunci dengan menggunakan pedoman wawancara, lembar MESO dan algoritma naranjo. Hasil uji univariat terdapat 22 kasus (57,9%) reaksi obat yang tidak diinginkan dan dialami oleh pasien TB MDR. Reaksi yang paling sering adalah mual yaitu 3 orang (7,9%). Reaksi lain yang nampak yaitu jantung berdebar (5,3%), lemas (5,3%), muntah (5,3%), pendengaran tidak berfungsi (5,3%), pusing (5,3%), telinga berdenging (5,3%), serta masing-masing sebanyak 1 reaksi (2,6%) mengalami dada sesak, kulit gatal, mata berkunang-kunang, nafsu makan meningkat, nafsu makan menurun, sakit kepala dan insomnia.  Hasil kualitatif menunjukkan kendala dalam pengobatan TB MDR termasuk kepatuhan minum obat, efek samping yang banyak dan pemahaman pasien yang kurang baik terhadap reaksi obat yang muncul. Efek samping potensial mual pada penggunaan ethionamid 27,3% (possible) dan etambutol 30% (possible). Kesimpulan penelitian adalah penggunaan obat anti tuberkulosis cukup mungkin dicurigai menimbulkan efek samping potensial berdasarkan pengukuran algoritma Naranjo.

References

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Buku Saku Pasien TB MDR. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2015.

Wiyati, T, Irawati D, Isnen Budiono I. Studi Efek Samping Obat Dan Penanganannya Pada Pasien Tb Paru Di Puskesmas Melong Asih, Cimahi. JSTFI Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology. 2014;3 (1): 23-30.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pelayanan Gizi Pada Pasien Tuberkulosis. Jakarta:.Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Ratnawati M, Reviono, Putranto W, Sutanto YS, Harsini. Pengaruh Faktor Risiko terhadap Waktu Timbulnya Efek Samping Kanamisin pada Tuberkulosis Resistan Obat, Majalah Kedokteran Bandung. 2018;50 (2):86-92.

Natalie J, Kholis F, Ngestiningsih D. Jenis-Jenis Efek Samping Pengobatan OAT Dan ART Pada Pasien Dengan Koinfeksi TB/HIV Di RSUP Dr.Kariadi. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 2016;5 (4):1134-1145.

Pratiwi N, Yowani S, Sajinadiyasa I. Hubungan Lama Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Dengan Efek Samping Pada Pasien TB MDR Rawat Jalan Di RSUP Sanglah Denpasar. Archive of Community Health. 2016; 3 (2): 39-48.

Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT. Pedoman Monitoring Efek Samping Obat (MESO) Bagi Tenaga Kesehatan.. Jakarta: Badan POM RI; 2012.

Collins D, Hafidz F, Mustikawati D. The economic burden of tuberculosis in Indonesia. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease. 2017; 21 (9): 1041-1049.

Sotgiu, G, C. Alffenaar JW, Centis R, D’Ambrosio L, et al. Therapeutic drug monitoring: how to improve drug dosage and patient safety in tuberculosis treatment. International Journal of Infectious Diseases. 2015;32(C):101-104.

Widyasrini ER, Probandari AN, Reviono. 2017. Factors Affecting the Success of Multi Drug Resistance (MDR-TB) Tuberculosis Treatment in Residential Surakarta. Journal of Epidemiology and Public Health. 2017; 2(1): 45-57.

Reviono, Kusnanto P, Eko V, Pakiding H, Nurwidiasih D. 2014. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB): Tinjauan Epidemiologi dan Faktor Risiko Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis. Majalah Kedokteran Bandung. 2014; 46 (4), 189-196.

Fatmawati U, Kusmiati T. Characteristics and the Side Effects of New MDR-TB Treatment in the Dr. Soetomo Hospital during 2016. Jurnal Respirasi. 2017; 3 (3): 67-73.

Lange C, Chesov D, Heykenderf J. Clofazimine For The Treatment Of Multidrug-Resistant Tuberculosis. Clinical Microbiology and Infection. 2019; 25: 128-130.

Kang YA, Shim TS, Koh WJ, Lee SH, et al. Choice Between Levofloxacin and Moxyfloxacin and Multidrug-Resistant Tuberculosis Treatment Outcomes. AnnalsATS. 2016; 13 (3) : 364-370.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Materi Inti 2 Pengobatan Pasien Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Abbas A. Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT Pada Pengobatan Tahap Intensif Penderita TB Paru Di Kota Makassar. Journal of Agromedicine and Medical Sciences. 2017; 3 (1): 19-24.

Ahmad N, Javaid A, Basit A, Afrida AK, Khan MA, et al. Management and treatment outcomes of MDR-TB: results from a setting with high rates of drug resistance. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease. 2015; 19 (9): 1109–1114.

Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI dan IAI. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik (CPFB). Jakarta: Kemenkes RI; 2011.

Lacy,C.F. dkk. Drug Information Handbook. USA :18th editionlexi-comp; 2010.

Nirmala Sari T, Retnowulan H, Hisyam B, et al. Interaction of Side Effects of Second Line TB Drugs Therapy in MDR-TB: Ethionamide-induced Hypothyroid and Cycloserine-induced Depression Episode. Ina J CHEST Crit and Emerg Med. 2016; 3 (3):106-108.

Syarifah H, Amelia I, Anggraeni R. Gambaran Psikososial Pada Pasien Multidrug Resistant Tuberkulosis Dengan Gangguan Dengar Sensori Neural Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. JSK. 2018; 3 (4); 169-174.

Yulianti, Mahdiani S. Gangguan pendengaran penderita Tuberkulosis Multidrug Resistant. ORLI.2015; 45 (2): 83-89.

Nugroho FS, Shaluhiyah Z, Adi S. Gambaran Perilaku Pengobatan Pasien TB MDR Fase Intensif DI RS Dr Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan. 2018; 11 (1): 32-42.

Yasin NM, Wahyuno D, Riyanto BS, Sari IP. Model Teman Apoteker: Alternatif Model Intervensi Apoteker Bagi Pasien Tuberkulosis). Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2016; 6 (3): 229-242.
Published
2019-12-19
Section
Articles